Tuesday, September 09, 2008

Retorikal Remeh

Dan satu detik lagi berlalu di dunia... Sementara jiwa ini terus bertanya mengapa dan untuk apa.
pun akan banyak lagi detik yang angkuh menjauh meninggalkan Sejuta jiwa yang letih berlari mencari harta... wibawa... cinta... bahagia... Walau tak satupun tersisa menemani jasad terbujur di alam kubur

Jiwa terus meronta, mencoba mengerti apa arti dunia.... Untuk apa....

Apakah untuk harta... ? harta yang bersamanya beriring iri, dengki, benci..... ?
lalu ketika ketentuan itu tiba, adakah harta dapat membeli satu detik saja kehidupan dunia dan menawar kematian.... ?

Apakah untuk wibawa.... ? namun bukankah kewibawaan itu akan luntur ketika jasad ini meluruh berbaur dengan tanah yang hina...

Apakah untuk cinta....? tidakkah setiap cinta yang bertemu tak akan pernah bersatu di alam kubur....?

apakah untuk bahagia..? tapi tidakkah kebahagiaan yang ada hanyalah sementara dan semu... tidakkah semua kebahagiaan itu akan berakhir dengan kesedihan dalam wajah kematian....?

Lalu jika harta tak bersisa, wibawa hanya akan menjadi hina, cinta akan terpisah, dan semua kebahagiaan hanya akan berakhir dengan kematian.... maka apalah artinya dunia....

Apakah pantas hati ini merasa berat terhadap dunia.... padahal ia tidak lebih berarti dari sekedar gurauan ringan

Jadi mengapa harus berlama-lama mengejar dunia... jika ia hanya sekedar permainan yang terkadang membosankan

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Ar-Rum:64 )

Wahai jiwa.... merugilah engkau sekiranya kamu menyia-nyiakan akhiratmu untuk dunia... tidakkah dunia itu terbatas oleh kematian, dan bukankah syurga itu adalah kenikmatan tanpa batas

Tidakkah kau tahu bahwa keterbatasan berbanding ketidak terbatasan adalah tak berarti....

x/infinity = 0

Dan demikianlah arti dunia... hanya sekedar pergantian detik menuju kematian. ia tanpa arti kecuali dengan pengharapan terhadap janji Jannah-Nya.

Maka bersiaplah wahai jiwa... berpijaklah kamu di dunia untuk meraih cinta-Nya yang tak pernah padam, kemudian beranjaklah....

Karena Dunia....... ia tak berguna, kecuali untuk mempersiapkan diri menyambut undangan dari Sang Pemilik cinta sejati tiap jiwa


"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-KU,masuklah ke dalam syurga-Ku." (Al Fajr:27-30)

No comments: