Friday, August 24, 2007

Savoir Aimer

Sampanku terombang
Ia lelah dan hendak merapat
Pandangku berkeliling, nak jumpa dermaga

Malang, tak kugapai jejaknya

Aku bertanya pada malam

Malam hanya menggelap semakin temaram
Lalu kusapa Rembulan
Ia pun bersembunyi di balik awan kelam

Di kejauhan secercah angan seakan mendekat

Membawa harapan dan tausiyah kesejukan
Kemudian bayangnya merapat
Menawarkan Secawan anggur yang tersaji elok lagi memabukkan


Aku kini tertidur di sisi kepalsuan
Demikian letih belari dari kemestian
Mimpiku mewujudkan angan membutakan harapan
Tak lagi bisa kubedakan sejati dan kehampaan

Badai bertiup kencang menghakimi

Mematahkan panji yang lama tegak berdiri
Tersungkurku tanpa dapat memaknai
Terjerembab dalam kehinaan duniawi

Apa yang akan lirih membisik dari bibirku
Sungguh aku tak tahu
Demikian terjebak dalam sangkaan tak menentu

"Kemana akan kau buang kisah itu??"

Samudera air mata mulai menggenang menyesali
Aku sungguh tak mampu sembunyi
Entah kemana akan kutemui
Cadar kelabu tuk tutupi wajah dari Illahi

Kemana
(pula) kucari Syurga
Tempat melabuhkan
(cinta dan) jiwa
(Sungguh) telah kurambah Rimba nestapa
Tak kutemukan jejaknya

Dan sungguh benar-benar ingin kucari

Karena nikmat-Nya senantiasa menghampiri
Bahkan ketika Adzab-Nya pantas mengadili
Cahaya-Nya tetap menyeruak, merayu hatiku untuk kembali

Duh Illahi Rabbi...
Dekatkan diriku pada-Mu
Hati sesak ini
Jauh dari kasih-Mu

Biar tertatih kini, aku akan mengemis
Kepadanya ku titip salam jumpa dalam hamparan sejati
Kukayuh sampan menerjang ombak dengan Ridho-Mu
Kurindu wajah-Mu membelai jiwa yang tenang.





Pojok tangga CORDOVA
dalam alunan "Jejak Surga" Snada

No comments: